Rabu, 24 Juli 2013

Kisah Muezza, Kucing Peliharaan Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW memelihara seekor kucing yang bernama Muezza. Nabi Muhammad sangat menyayangi kucing peliharaannya tersebut. Setiap Rasullulah menerima tamu di rumah, Beliau selalu menggendong Muezza dan ditaruh di pahanya.
Salah satu sifat Muezza yang paling Rasullulah sukai adalah Muezza selalu mengeong ketika mendengar adzan, seolah-olah ngeongnya seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Rasullulah berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Pernah suatu kali Nabi hendak mengambil jubahnya, ternyata Muezza sedang tidur di atasnya, lalu Nabi Muhammad pun memotong belahan lengan yang ditiduri mueeza dari jubahnya supaya tidak membangunkan Muezza.

Ketika Rasullulah pulang ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya. Sebagai balasan, Rasullulah menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing itu. Rasullulah menekankan bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Abu Qatadah berkata bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan)," [HR At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah].

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, "Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana. Lalu Anas menuangkan air dan ketika sudah selesai, Rasullulah menuju bejana. Namun seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Rasullulah berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Rasullulah ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, "Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis."

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa pada buburnya. Datanglah seekor kucing lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, 'Aisyah ra. lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing dan Aisyah memakannya.

Rasulullah Saw bersabda, "Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling."Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing [HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni].

Hadis ini diriwayatkari Malik, Ahmad, dan imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci.

Senin, 22 Juli 2013

l'arc en ciel-my hearts draws a dream

Hora kaze ga ugoki dashita mada akirametari ha shinai
Taiyou wo kumo no saki ni kanjiru kyakufuu de irou to

Kono mune ha yume wo egaiteku yo dokomademo takaku
Jiyuu ni mau no sa My Heart draws a dream
Oh oritatsu kanata de me wo aketara
Egao no mama no kimi ni aeru ki ga shite
rurarara Aeru to ii na rarara

Nee iki wo awasetara motto takaku toberu hazusa
Soko kara ha mirai ga mieru kana?
Futari de arouto

Kono mune ha yume wo egaiteku yo harukanaru toki wo
tobi koeteku no sa my Heart draws a dream
itsu no hi ka kitto kanau to ii na
egao no mama no kimi de irareru noni

saa te wo nobashi ima, tokihanatou
kokoro ha dare mo shibarare ha shinai
shisen ha hizashi wo toraeteru
Donna sameta sekai de mo

Dare mo minna
yume wo egaku yo
yume wo egaku yo
yume wo egaku yo
My Heart draws a dream
yume wo egaku yo
yume wo egaku yo
yume wo egaku yo …hora

Oh oritayatte kanata de me wo aketara
Aa egao no mama no kimi ni aeru to ii na

translate
Lihat, angin mulai bergerak
Aku masih belum menyerah
Aku bisa merasakan matahari di balik awan
Dan bahkan menembus angin haluan

Hatiku menggambar sebuah mimpi
Aku terbang tinggi dengan bebas, kemanapun aku ingin pergi
Hatiku menggambar sebuah mimpi
Ketika aku membuka mataku ditempat aku mendarat
Perasaanku berkata aku akan melihatmu disana, tersenyum padaku
Ku harap aku akan berjumpa denganmu

Hei, jika kita menyelaraskan nafas kita
Aku pasti bisa terbang lebih tinggi
Akankah ku bisa melihat masa depanku disana?
Walaupun hanya potongannya saja

Hatiku menggambar sebuah mimpi
Aku akan terbang melintasi luasnya waktu
Hatiku menggambar sebuah mimpi
Oh, ku harap suatu hari nanti mimpi ini menjadi nyata
Aku berdoa kau akan masih disini tersenyum padaku

Ayo, ulurkan tanganmu
Sekarang biarkan dirimu bebas
Tak seorang pun bisa mengikat hatimu
Matamu akan melihat sinar matahari
Dan tak peduli betapa pudarnya dunia

Setiap orang
Menggambar mimpi, menggambar mimpi, menggambar mimpi
Hati kita menggambar mimpi
Menggambar mimpi, menggambar mimpi, menggambar mimpi
Lihat

Ketika aku membuka mataku ditempat aku mendarat
Ku harap aku akan melihatmu disana, tersenyum padaku

AZU-FOR YOU+TRANSLATE

koko ni aru no wa kimi ga ima made eranda michi no
kotae tachi yo hora jishin motte susumeba ii
totemo shizen na no ame agari no ASUFARUTO ni
niji ga kakaru you ni
— Apa ini jawaban untuk jalan yang kau pilih sekarang
— Hey, ini baik-baik saja yakin tuk pergi
— Ini sangat alami, seperti pelangi terbentang melewati aspal setelah hujan
Lonely kaze ga fuite
Feeling ki ga tsuita yo
kotae wa doko ni mo nai kedo
Call me wakatteru wa
With you ai wa itsumo
atae au mono
— SEPI angin bertiup
— MERASAKAN kita kan pahami satu sama lain
— Meskipun jawabannya tak dimanapun
— PANGGIL AKU aku mengerti
— DENGANMU Cinta ini selalu sesuatu yang berbalas
For you
kitto kimi wa itsu no hi ka
kono sora wo toberu hazu dakara
nando tsumazuita toshite mo
For you
taisetsu na koto wa hitotsu
yume miru koto
kokoro dake wa tozasanai de ite
— UNTUKMU
— Karena suatu hari nanti pasti, kau
— sungguh-sungguh terbang ke langit
— Tak peduli berapa kali kau tersandung
— UNTUKMU
— Apa yang penting itu satu hal
— Miliki sebuah mimpi
— Janganlah tutup hatimu
kizutsuite mo namida korae gaman shiteta yo ne?
sonna kimi wo ichiban chikaku de mita kite kara
nani mo iwanakute mo wakatteru yo
donna toki mo ganbatteta koto
— Bila kau terluka, kau menahan air matamu dan memikulnya
— Karena aku selalu dekat denganmu dan melihatnya
— Meskipun kau tak mengatakan apapun, aku mengerti
— Betapa kerasnya kau mencoba tak peduli kapanpun
Runaway mayotta nara
Try again nando datte
yarinaosu koto dekiru kara
I’m here soba ni iru wa
Believing osorenai de
shinji au koto
— LARI jika kau kalah
— COBA LAGI biarpun berapa kali
— Kau dapat melakukannya lagi
— AKU DISINI aku disampingmu
— PERCAYALAH Jangan takut percayalah pada dirimu dan orang lain
For you
kitto mo itsu no hi ka
kono sora wo toberu hazu dakara
nando kizutsuita toshite mo
For you
taisetsu na koto wa hitotsu
yume miru koto
hitomi dake wa osorasanai de ite
— UNTUKMU
— Karena suatu hari nanti pasti, kau
— sungguh-sungguh terbang ke langit
— Tak peduli berapa kali kau tersandung
— UNTUKMU
— Apa yang penting itu satu hal
— Miliki sebuah mimpi
— Janganlah tutup hatimu
kimi ga egaku yuuki ga hora
kakegae no nai takaramono ni kawaru yo
ima ryoute hiroge Fly high
— Keberanianmu menggambarkan pujian
— Untuk harta seperti tak lainnya, pembicaraan ini
— Lebarkan kedua tanganmu sekarang, TERBANG TINGGI
kitto kimi wa itsu no hi ka
kono sora wo toberu hazu dakara
nando kizutsuita toshite mo
For you
taisetsu na koto wa hitotsu
yume miru koto
kokoro dake wa tozasanai de ite
— Karena suatu hari nanti pasti, kau
— sungguh-sungguh terbang ke langit
— Tak peduli berapa kali kau tersandung
— UNTUKMU
— Apa yang penting itu satu hal
— Miliki sebuah mimpi
— Janganlah tutup hatimu

Aluto-michi~to you all+translate

Daitai itsumo doori ni
Sono kado wo magareba
Hitonami ni magire komi
Tokete kieite iku

Boku wa michi wo nakushi
Kotoba sura nakushite shimau
Dakedo hitotsu dake wa

Nokotteta, nokotteta
Kimi no koe ga

Warau kao mo, okoru kao mo subete
Boku wo arukaseru

Kumo ga kireta saki wo
Mitara kitto

Nee, wakaru deshou? (Nee, wakaru deshou?)

Aimai ni ikiteite mo
Kokoro ga mijuku demo
Sore de ii hora soko ni wa
Daiji na hito ga iru

Kimi ga mayou no nara
Boku ga michishirube ni narou
Ato wa shinjireba ii

Tashikameru sube wa motta
Osore nai de

Hikari atsume sora ni hanatte iru
Kimi ni wakaru you ni
Soshite ayumu michi wo
Motto tera sou

Doko made mo... (Doko made mo... x3)

Kami・koe・kuchi・yubisaki he todoke

Ima dake demo ii (Ima dake demo ii)

Translate

Aku sepenuhnya kehilangan arah..
Dan tak dapat berkata apa-apa..

Namun ada satu hal..
Yang masih tersisa.. Masih tersisa..
Yaitu suaramu..

Wajahmu saat tertawa, wajahmu saat marah..
Segalanya tentangmu membuatku tetap melangkah..

Pandanglah ke atas..
Dimana awan-awan mulai terpisah..

Hei, Kamu mengerti maksudku, kan? (Hei, Kamu mengerti maksudku, kan?)

Kehidupan yang tidak jelas..
Namun hatiku masih belum dewasa..
Coba lihat di sana, di tempat itu..
Bukankah orang itu yang paling menderita..

Jika kamu menjadi bingung..
Aku akan menjadi penunjuk arah bagimu..
Jika saja kamu percaya..

Caranya adalah membuat kepastian..
Tanpa rasa takut..

Cahaya terkumpul dan menembus langit..
Ia memahamimu..

Dan jalan yang kamu langkahi ini..
Akan terus bertambah terang..

Di mana pun.. Di mana pun.. Di mana pun.. Di mana pun kamu berada..

Akan menggapai rambut, suara, mulut dan ujung jarimu..
Hingga sekarang masih membekas.. (Hingga sekarang masih membekas)

Minggu, 21 Juli 2013

Cerita Nyata – Hadiah Cinta yg tak ternilai (True Love Story)

Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayiyang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. download
Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan padanya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorangyang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia,” kata sang ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapayang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.” Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah… bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekalibisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?”
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali

Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!” Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia erus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis
meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…”
Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.”Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya.”Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).
Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku enyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…” Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.”
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20, Aku 23. Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku
pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya.”Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23, Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan istrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya.Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku.
Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, membawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.
Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

40 Fakta Perang Dunia Shinobi ke-4

 
Berikut adalah 40 Fakta Perang Dunia Shinobi yang keempat, Fakta ini akan terus diupdate seiring perkembangan manga atau anime Naruto.
  1. Tobi bukan madara,karena madara dihidupkan kabuto dimedan perang dengan edo tensei.
  2. Tsunade mewarisi teknik penyembuhan tanpa segel tangan dari kakeknnya hashirama senju.
  3. Rinnegan adalah perubahan mata terakhir klan uchiha.seperti yang diperlihatkan madara
  4. Madara bisa mengaktifkan susanoo dengan mata rinnegan.dan uniknnya susanoo madara bisa melakukan segel tangan untuk mengaktifkan meteorite technique.dalam wujud sempurnanya madara berkata bahwa susanoo ini mempunyai kekuatan yang setara bijuu.
  5. Kesembilan bijuu punya nama pemberian rikudo sennin.sebagai gelar dan kewibawaan para bijuu.
  6. Menurut kabuto edo tensei tak punya kelemahan.namun ternyata itachi ET adalah kelemahan dari edo tensei itu sendiri.
  7. Dahulu kala rikudo sennin bersahabat baik dengan para bijuu. Tapi setelah sekian lama rikudo wafat,para bijuu memutuskan bersahabat dan mempercayai naruto layaknya rikudo sennin.
  8. Kekuatan kurama sangat dahsyat,bahkan ke 5 bijuu yg mengeroyoknnya tak mampu menandinginya tapi tobi berkata bahwa ia mengetahui batas kekuatan kyuubi.
  9. Bijuu mode naruto belum sempurna, karena baru dipakai sekali dan cuma bertahan 5 menit.
  10. Chouji adalah shinobi klan akimichi pertama yang mampu mengeluarkan teknik pembakar kalori tanpa pil.
  11. Madara tak mempercayai cinta dan lebih mengagungkan kekuatan. Sifat yang sama seperti anak pertama Rikudo.
  12. Karin berasal dari klan Uzumaki.
  13. Juugo mempunyai energi alam jahat yang berasal dari gua naga, sehingga ia sering mengamuk.
  14. Perfect form susanoo madara mirip raja tengu dalam legenda dijepang.
  15. Tubuh asli zetsu putih telah dibunuh sasuke.
  16. Madara mengenal nagato dan itu jadi pertanyaan besar mengingat nagato hidup jauh setelah madara dikatakan mati (kalaupun hidup mereka punya perbedaan umur yang jauh)
  17. Oonoki dijuluki timbangan karena mampu meringankan dan menambah berat beban benda/seseorang.
  18. Madara pernah bertarung dengan muu dan onoki, tapi madara membiarkan mereka lolos.
  19. Kabuto mengatakan,bahwa sebagian kekuatan hashirama senju ada dalam madara ET (Edo Tensei)
  20. Sandaime Raikage adalah satu-satunya shinobi yang bertarung satu lawan satu melawan bijuu (hachibi) dan memotong seluruh ekor hachibi, kemudian mereka pun sama sama terjatuh setelah pertarungan. Tubuh raikage dikatakan terkuat bahkan rasenshuriken tak membuat tubuhnya lecet sekalipun, karena tubuhnya inilah sehingga dia dijuluki sebagai "tameng terkuat".
  21. Nagato dan itachi edo tensei mempunyai mata yang sama seperti sebelum mereka mati padahal mata nagato diambil tobi, mata itachi diambil sasuke dan ini membuktikan bahwa teknik edo tensei membangkitkan seseorang yang mati "DALAM KONDISI TUBUH YANG SAMA SEPERTI SEBELUM IA MATI".
  22. Bunshin naruto dapat berubah ke mode sage maupun mode bijuu, walaupun naruto asli dan bunshinnya masuk kedalam mode yang berbeda dalam waktu yang sama.
  23. EMS (Eternal Mangekyou Sharingan/Mangekyou Sharingan Abadi) sasuke dapat melihat dalam kegelapan, terbukti ketika dia membunuh zetsu putih yang asli walau matanya masih ditutup perban.
  24. Sasuke adalah shinobi satu-satunya yang mampu membuat variasi teknik dari Amaterasu. seperti enton magatama (magatama yang berlapis amaterasu).
  25. Diketahui hanya kuchiyose ohamaguri (kerang raksasa) mizukage ke 2 saja yang mampu membuat ilusi skala besar fatamorgana yang membingungkan seluruh pasukan divisi 4.
  26. Mizukage ke 2 berasal dari klan houzuki dan seperti yang dikatakan onoki bahwa mizukage ke 2 mempunyai teknik yang kuat bahkan muu pun tak mampu berbuat banyak menghadapinya. yaitu "joki boi: mugen bakuha ninjutsu (ledakkan tak terbatas mizukage ke 2)".
  27. Tubuh muu dapat membelah diri jadi 2 bagian tetapi efeknya muu tak dapat menggunakan jinton.
  28. Nagato dapat menggunakan semua kekuatan pain rikudou (tendou,chikushodou,shuradou,gakidou,ningendou,jigokudou).
  29. Deidara adalah satu-satunya shinobi edo tensei yang berterima kasih kepada kabuto secara langsung karena telah menghidupkannya kembali dengan edo tensei.
  30. Jumlah pasukan akatsuki 100.000 zetsu putih (tidak termasuk jumlah pasukan Edo Tensei kabuto) sedangkan aliansi 80.000 ninja gabungan dari 5 negara besar shinobi.
  31. Tidak seperti mata sharingan setelah menggunakan ìzanagi (buta, dan menutup selamanya), itachi edo tensei setelah menggunakan ìzanami ke kabuto sebelah mata kirinya jadi buta tapi tidak menutup.
  32. Kotoamatsukami shisui butuh waktu jeda 10 tahun agar bisa digunakan lagi (lama banget ya, tapi wajar genjutsu terkuat), tapi waktu bisa dipercepat dengan mempunyai sel hashirama senju seperti danzo.
  33. Madara edo tensei kini benar benar sempurna, punya tubuh edo tensei (otomatis bisa beregenerasi, chakra tak terbatas, tak lagi dikendalikan) siapakah dan bagaimana dia dikalahkan? (menurut admin jelas pasukan aliansi yang main kroyokan, wkwk)
  34. Orochimaru dibangkitkan lagi oleh sasuke dengan kauja hounin (kebalikan dari fuja hounin) disegel kutukan anko.
  35. Orochimaru tetap hidup dalam orang-orang yang telah ia beri segel kutukan (tapi orochi dalam segel kutukan sasuke sudah keluar dan disegel oleh totsuka itachi saat sasuke vs itachi)
  36. Dalam pertarungan tobi vs naruto, bee, kakashi dan guy. Kakashi menggunakan kamui lebih dari 2x dan dia tidak mengalami kehabisan chakra yang parah (biasanya kan kakashi pertama ketika menggunakan kamui efeknya kehabisan chakra, tubuhnya melemas. dan penggunaan keTIGA ia akan tewas.
  37. Dichapter 596 tobi menggunakan teknik api (mungkin juga berasal dari klan uchiha karena namanya 'uchiha kaenjin') untuk melindungi gedo mazo.
  38. Tobi menggunakan teknik dari RINNEGAN, "OUTER PATH: CHAKRA CHAINS-rantai chakra"yang digunakan untuk menarik pain jinchuriki ke gedo mazo.
  39. Kecepatan naruto yang melebihi raikage-4 belum cukup untuk menyentuh tobi (tobi bisa dilukai dengan rasengan naruto, itupun dengan bantuan kakashi.
  40. Mangekyou Sharingan Tobi dan Kakashi adalah SAMA !
Tambahan
  1. Tobi adalah Obito Uchiha. Dia selamat dari reruntuhan batu yang menimpa setengah tubuhnya dan diselamatkan oleh Madara Uchiha.
  2. Obito ingin membalas budi kebaikan Madara. Dengan mewujudkan rencana mata bulannya.
  3. Ditambah dengan Kematian Rin , Obito semakin yakin dengan rencana tersebut.
  4. Kamui Kakashi dapat mengimbangi Jikukan Ido milik Obito. Bisa dikatakan hanya Kakashi yang dapat mengalahkan Obito.
  5. Kakashi sampai saat ini sudah menggunakan 6x Kamui.